Senin, 16 November 2009

Orientasi Kehidupan

Sebagai manusia, kita harus menentukan tujuan hidup yang kita jalani. Dan tujuan yang ingin kita raih dari kehidupan dunia haruslah mempunyai nilai yang tinggi, karena hidup amatlah mahal dan tidak ada kata kembali saat mengucapkan selamat berpisah pada kehidupan. Tidak ada penyesalan yang paling besar dan tidak bisa diganti dengan apapun selain penyesalan atas umur (yang tersia-siakan). Untuk itulah, sudah seharusnya tujuan hidup bagi seorang muslim adalah mencari keridhaan Allah SWT, kasih sayang dan juga surga-Nya.

Sua­­tu ketika, Rasulullah SAW. pernah meminta ke­­pa­da seorang pemuda untuk mengemukakan ke­­inginannya. Sang pemuda-pun meminta Rasulul­lah SAW agar diberi waktu sejenak untuk berpikir. Ia berkata pada dirinya sendiri, se­mua kenikmatan dunia akan sirna.

Setelah itu,
ia berkata kepada Rasulullah SAW, "Wahai Rasulul­lah, aku minta kiranya kelak aku dapat b­er­­­kum­pul bersamamu di surga."

"Apakah engkau mempunyai permintaan yang lain?"

"Tidak, aku tidak menginginkan apapun se­lain itu, wahai Rasulullah." jawab pemuda itu.

Lalu Rasulullah SAW bersabda, "Kalau begitu, bantulah aku agar dapat meno­longmu dengan memperbanyak sujud."

Begitu tinggi dan agung tujuan hidup yang telah ditetapkan oleh pemuda ini.
Lantas, apakah kita telah menentukan tujuan dari kehidupan yang kita jalani sebagaimana tujuan hidup yang telah ditetapkan oleh sang pemuda tersebut.? Sesungguhnya menentukan tujuan dari ke­hi­dupan dapat meringankan beban derita yang kerap kali menimpa kita, juga dapat menjadikan hidup ini lebih bernilai dan berarti. Setiap orang yang berakal, ia akan menentukan tujuan hidupnya dalam setiap langkah kakinya. Ia tidak akan berjalan tanpa tujuan yang pasti.

Dalam setiap aktivitas pasti ada tujuan yang ingin dicapai, begitu halnya dengan sebuah pernikahan. Dan dibalik semua tujuan itu, ada tujuan inti dan yang paling utama yaitu menggapai keridhaan Allah SWT dan surga-Nya. Tentunya,
untuk menggapai tujuan itu perlu disertai dengan mujahadah dan pengorbanan.

Lantas apakah kita sudah menentukan tujuan hidup yang kita jalani, dan sudahkah kita berkorban untuk menggapainya.?***